Pernahkah kamu berkunjung
ketempat asing…??? Hampir semua orang yang berusia dewasaa akan menjawab pernah.
Berada dilingkungan asing, bersama dengan suasana yang asing dan orang-orang
yang asing sering membuat kita kaku dengan perubahan ke”asingan”an tersebut.
Kadang
ada perasaan takut, bingung atau mungkin malu dengan lingkungan baru yang
dianggap asing tersebut. Namun sebenarnya semua itu pada awalnya hanyalah
pandangan/perkiraan subjektif dari alam bawah sadar kita berdasarkan pengalaman
kita di masa lalu, apakah itu dialami langsung atau hanya menyaksikan dari
media seperti Televisi. Contohnya ketika kita pernah melihat film orang yang di
mutilasi gara-gara datang ketempat asing (sadis
bingitz ya ) nah… dari pengalaman
itu akan membuat kita berpikiran yang tidak-tidak ketika mengalami sendiri dating
ketempat asing, padahal sesungguhnya tidak sedramatis itu.
Kekakuan Berada pada lingkungan
baru dengan orang-orang yang baru dapat diatasi dengan melemparkan senyuman
tulus pada setiap orang, sebuah senyum yang natural tidak dibuat-buat (perlu latihan kayaknya nih). Dengan
demikian akan menjadi langkah awal mencairnya kekakuan yang kita takutkan.
Budaya
kita di timur termasuk di Indonesia adalah budaya sopan-santun. Dan senyum
tulus adalah sebuah wujud kesopan-santunan yang tak harus diungkapkan dengan
kata-kata. Namun dapat mencairkan es dihati orang asing yang baru kita temui. Apalagi
jika ditambah dengan tutur kata yang santun, maka komunikasi pun dapat
terjalin. Di wilayah Indonesia bagian manapun saya kira tidak akan mebalas senyuman
kita dengan mata melotot give respect,
get respect.
Eh,
tapi ati-ati buat cewek-cewek jangan sembarang mengumbar senyum manis kesana
kemari entar malah dianggap sinyal bagi para pria untuk mendekat dengan
keinginan-keinginan anehnya. Kalo kita laki-laki mah tebar senyum sana-sini belom
tentu cewek-cewek mau melirik wkwkwkwkwk
Sekian dulu lah, mohon ditanggapi
dengan bijak aja. Salam
