Sabtu, 28 Januari 2017

Tamariri, Surga yang tersembunyi

Waduk Tamariri yang tersembunyi di atas gunung pinggiran kota Mamasa, Sulawesi Barat seakan tak pernah pudar pesonanya, meski telah jarang dikunjungi wisatawan. Air yang tenang, pepohonan nan asri serta pemandangan Gunung Mambulilling dari sudut sempurna membuat mata tak pernah bosan. Para pengunjung biasanya akan memutuskan untuk bermalam tatkala mereka baru pertama sampai di cekdam Tamariri. Perjalanan yang hanya beberapa menit dari kota Mamasa walaupun sedikit ekstrim akan langsung terbayarkan dengan keindahan tiada tara.
Kerlap-kerlip lampu kota Mamasa mengiringi perjalanan 
Pemandangan di Tamariri akan memiliki pesona tersendiri pada saat-saat tertentu, siang hari segalanya menjadi terang benderang pesona alam Tamariri memanjakan mata dan badan serasa ingin relaksasi terus dipinggiran kolam ini. dipagi hari kita disuguhkan dengan kabut tipis yang melenggang-lenggok diatas permukaan air waduk, moment ini sangat dicari para fotografer untuk mendapatkan efek alami pada setiap jepretan fotonya. Malam hari tak kalah indahnya, pantulan benda-benda langit di dalam kolam luar biasa indahnya dan jika beruntung pemandangan langit cerah di malam hari akan semakin eksotis dipadukan dengan pemandangan bayangan gelap pohon di punggung gunung.
Penampakan Gunung Mambulilling dari Kolam Tamariri

Air kolam yang berkabut

 Meskipun menyimpan sejuta pesona, sangat tidak disarankan untuk mandi di bawah kolam, 
well jangan mengaku petualang kalau belum menyambangi tempat keren di Bumi Kondosapata' ini

Senin, 14 Maret 2016

Senyum itu, salam universalnya orang timur



Pernahkah kamu berkunjung ketempat asing…??? Hampir semua orang yang berusia dewasaa akan menjawab pernah. Berada dilingkungan asing, bersama dengan suasana yang asing dan orang-orang yang asing sering membuat kita kaku dengan perubahan ke”asingan”an tersebut.

                Kadang ada perasaan takut, bingung atau mungkin malu dengan lingkungan baru yang dianggap asing tersebut. Namun sebenarnya semua itu pada awalnya hanyalah pandangan/perkiraan subjektif dari alam bawah sadar kita berdasarkan pengalaman kita di masa lalu, apakah itu dialami langsung atau hanya menyaksikan dari media seperti Televisi. Contohnya ketika kita pernah melihat film orang yang di mutilasi gara-gara datang ketempat asing (sadis bingitz ya ) nah… dari pengalaman itu akan membuat kita berpikiran yang tidak-tidak ketika mengalami sendiri dating ketempat asing, padahal sesungguhnya tidak sedramatis itu.


Kekakuan Berada pada lingkungan baru dengan orang-orang yang baru dapat diatasi dengan melemparkan senyuman tulus pada setiap orang, sebuah senyum yang natural tidak dibuat-buat (perlu latihan kayaknya nih). Dengan demikian akan menjadi langkah awal mencairnya kekakuan yang kita takutkan.

                Budaya kita di timur termasuk di Indonesia adalah budaya sopan-santun. Dan senyum tulus adalah sebuah wujud kesopan-santunan yang tak harus diungkapkan dengan kata-kata. Namun dapat mencairkan es dihati orang asing yang baru kita temui. Apalagi jika ditambah dengan tutur kata yang santun, maka komunikasi pun dapat terjalin. Di wilayah Indonesia bagian manapun saya kira tidak akan mebalas senyuman kita dengan mata melotot give respect, get respect.

                Eh, tapi ati-ati buat cewek-cewek jangan sembarang mengumbar senyum manis kesana kemari entar malah dianggap sinyal bagi para pria untuk mendekat dengan keinginan-keinginan anehnya. Kalo kita laki-laki mah tebar senyum sana-sini belom tentu cewek-cewek mau melirik wkwkwkwkwk

Sekian dulu lah, mohon ditanggapi dengan bijak aja. Salam